Kamis, 14 Mei 2015

Lembar Kerja – 8 ( LK-8 ) semester 2 prakarya bab 1



Kelompok 2
Anggota : - Azizatul Qomaria (07)
-      Fauziyah Mubaarokah S (09)
-      Gatut Koco Hanger P.W (10)
-      Ilham Maulana (13)
-      Moh.Fawaid Pradika (18)
-      Qonita Apriyanti (19)
Kelas : VIII-E

Lembar Kerja – 8 ( LK-8 )
Mengevaluasi kerajinan modifikasi bahan limbah anorganik.
           Perhatikan karya yang menjadi objek pengamatanmu !
1.     Temukanlah modifikasi dengan gaya menyederhanakan bentuk atau menggayakan bentuk pada karya kerajinan tersebut.
è Mewarnai keramij
2.     Buatlah desain ulang karya kerajinan modifikasi dari bahan limbah anorganik pada gambar dengan desain yang tidak biasa.
è daur ulang 13.png
3.     Deskripsikanlah apa yang menjadi keunggulan desainmu.
è Bahan yang kami gunakan, sudah memiliki warna yang bagus, jadi kami tidak perlu lagi mewarnainya lagi
4.     Rencanakanlah pembuatan karya modifikasi dari desain yang telah kamu buat.
è Sudah kami rencanakan dan kami setuju dengan pendapat yang saya lontarkan

5.     Carilah gambar karya kerajinan dari bahan limbah anorganik lainnya, dan lakukanlah kegiatan yang sama !
daur-kardus.jpg

Ungkapan perasaan :
Kami sangat bangga karena sekarang kami mulai mengert bagaimana cara mengvaluasi kerajinan, dan tidak akan membuat kesalahan pada pembuatan kerajinan yang akan datang

Lembar Kerja – 7 ( LK-7 ) semester 2 prakarya bab 1



Kelompok 2
Anggota : - Azizatul Qomaria (07)
-      Fauziyah Mubaarokah S (09)
-      Gatut Koco Hanger P.W (10)
-      Ilham Maulana (13)
-      Moh.Fawaid Pradika (18)
-      Qonita Apriyanti (19)
Kelas : VIII-E

Lembar Kerja – 7 ( LK-7 )
Mengevaluasi kerajinan modifikasi bahan limbah organik.
Kerajinan bunga dari tutup botol kaca
        Perhatikan karya yang menjadi obyek pengamatanmu!
1.     Apakah terdapat paduan dalam karya ?
è ya
2.     Apa yang berubah ?
è Kami membuat mahkota bunganya dari tutup botol kaca, dan tangkainya dari stik es krim yang di cat
3.     Apakah ada hal yang kurang ?
è Ya, daunnya tidak ada
4.     Apa yang dapat kamu perbaiki ?
è Menambahkan daun pada bunga tersebut
5.     Apa yang dapat kamu rekomendasikan ?
è Sedotan atau kain perca

Ungkapan perasaan :
Sekarang kami tahu kalau ingin membuat suatu kerajinan tidak perlu menggunakan 1 bahan tapi bias menggunakan 2 atau lebih.

Lembar Kerja – 6 ( LK-6 ) semester 2 prakarya bab 1



Kelompok 2
Anggota : - Azizatul Qomaria (07)
-      Fauziyah Mubaarokah S (09)
-      Gatut Koco Hanger P.W (10)
-      Ilham Maulana (13)
-      Moh.Fawaid Pradika (18)
-      Qonita Apriyanti (19)
Kelas : VIII-E

Lembar Kerja – 6 ( LK-6 )
Menganalisis produk kerajinan dari limbah anorganik hasil modifikasi.
Nama kerajinan: tempat pensil dari botol minuman
          Perhatikan karya  yang menjadi objek pengamatanmu !
1.     Bahan limbah anorganik apa yang terkandung pada karya ?
è Botol minuman
2.     Apakah karya ini tergolong karya modifikasi ?
è ya
3.     Apa yang membuat karya tersebut berbeda atau dikatakan modifikasi ?
è Karena memiliki warna,motif yang berbeda dari sebelum dimodifikasi
4.     Mengapa hal tersebut menimbulkan perbedaan pada karya ?
è Karena secara pengelihatan sudah berbeda menjadi lebih menarik
5.      Apakah yang akan terjadi jika karya tidak seperti ini ?
è Tidak akan menarik, dan akan terlihat biasa saja.
6.     Dapatkah kamu merekomendasikan hal lain ? (dapat berupa pernyataan maupun desain karya)
è seandainya bias kami akan merubah tampilan kerajinan yang dijual dipasar karena setelah kami lihat, hasil modifikasinya kurang bagus. Kami akan memodifikasinya lebih baik lagi

Ungkapan Perasaan :
Kami mengerti bahwa memodifikasi kerajinan itu sangatlah penting untuk menarik perhatian pembeli.

Lembar Kerja – 5 ( LK-5 ) smester 2 prakarya bab 1



Kelompok 2
Anggota : - Azizatul Qomaria (07)
-      Fauziyah Mubaarokah S (09)
-      Gatut Koco Hanger P.W (10)
-      Ilham Maulana (13)
-      Moh.Fawaid Pradika (18)
-      Qonita Apriyanti (19)
Kelas : VIII-E

Lembar Kerja – 5 ( LK-5 )
Mengobservasi sentra kerajinan dari limbah anorganik di daerah setempat.
Nama Usaha : SANGGAR FIFIN KERAMIK  PARIMIN 
Nama Perajin : milik Bapak Parimin.
Alamat lokasi : di desa kasongan RT 05 RW 43, Sartanan,Bantul, Yogyakarta. Daerah ini berbatasan langsung dengan beberapa daerah diantaranya
Jenis Bahan Limbah Anorganik lunak: lempung/ tanah liat
Proses pembuatan bahan mentah menjadi bahan baku : meliputi : penggalian bahan mentah, penimbunan dan penggilingan.
  Penggalian bahan mentah, bahan mentah yang digunakan untuk keramik pada umumnya adalah lempung/tanah liat. Sebagian besar lempung merupakan bentuk endapan yang terletak di permukaan bumi sehingga penggaliannya dilakukan dengan cara terbuka.
  Penimbunan, bahan mentah hasil galian sebaiknya ditimbun dahulu. Selama dalam penimbunan, lempung ini diberikan air, jika perlu direndam dalam air. Hal ini perlu dilakukan agar partikel-partikel yang semula di bawah dan kurang menyerap air menjadi lebih lapuk dan menyerap air. Selain itu juga untuk melarutkan garam sulfat yang merugikan. Pada saat penimbunan ini, biasanya juga dilakukan pencampuran dengan bahan lain, misalnya pasir.
  Penggilingan, Untuk lempung yang berbentuk bongkahan yang keras, sebelum ditimbun digiling terlebih dahulu. Penggilingan dilakukan dengan menggunakan kollegrang yang dasarnya berlubang-lubang untuk mendapatkan susunan besar butir yang lebih homogen. Selama digiling didalam alat ini, bahan yang sudah menjadi tepung ditambah dengan air sambil digiling, sehingga keluar dari kollegrang, bahan sudah berbentuk lempung basah. Untuk mendapatkan lempung yang lebih homogen, dilakukan penggilingan lagi di pugmill (mixer). Selesai dari pugmill, bahan diolah lagi di dalam extruder. Di dalam alat ini lempung diaduk dan ditekan, sehingga dihasilkan lempung yang benar-benar padat berbentuk kolom segi empat atau bulat.
Alat : mesin putar,
Teknik pengerjaan : diputar
  1. Proses kerja : Cara pembentukan dengan proses lempung lembek (soft mud process). Cara ini biasanya digunakan untuk membentuk produk keramik yang pembentukannya dikehendaki dengan lembek sehingga dapat dilakukan pembentukan dengan tangan. Cara ini biasanya dipakai untuk benda-benda khusus yang tidak dapat dikerjakan dengan alat lain, misalnya untuk produk keramik halus yang cara pembentukannya dengan proses putar. Di dalam proses ini, lempung bersifat lembek dengan kandungan air 25 sampai 40 %, dengan syarat lempung masih cukup lkuat menahan beratnya sendiri sehingga tidak terjadi perubahan bentuk.
  2. Cara pembuatan dengan proses lempung kaku (Stiff mud). Masa yang dipakai berupa lempung kau yang cukup berat bila dicetak/dibentuk dengan tangan.. Kadar air lempung kaku dalam cara ini kurang lebih 15 sampai 30 %. Biasanya cara ini memerlukan alat pembentuk extruder sehingga dari alat ini dikeluarkan suatu kolom tanah yang kaku. Kemudian kolom tanah ini dibentuk/dipotong, lalu dibentuk kembali menjadi produk tertentu. Cara ini biasanya dipakai dalam pembuatan produk keramik berat dan keramik banhan bangunan, misalnya genteng keramik, bata merah, bata berlubang, pipa tanah dan bentuk produk keramik kasar lainnya.
  3. Cara Pembentukan dengan masa slip. Cara ini dipakai bila lempung yang akan dicetak disiapkan dalam bentuk bubur yang halus sekali dan berbentuk lumpur cair. Biasanya lempung terdiri dari susunan butiran yang halus sekali. Kandungan air dalam lempung ini 12 sampai 50 %. Cara ini biasanya dilakukan dengan membuat cetakan dari gips yang telah dibakar dan dengan cara mencetak tersebut dapat dibuat produk yang sama. Selain itu,juga memungkinkan untuk membentuk benda-benda yang sulit dibentuk dengan cara tangan atau mesin. Cara pembuatan ini biasanya digunakan untuk membuat produk sanitair (closet, wastafel, dll).
  4. Cara Pembentukan dengan proses kering. Dalam cara ini dipakai lempung/masa campuran yang berkadar air rendah 4 sampai 12 %, sehingga masa tadi lembab. Cara membentuknya biasanya dengan alat kempa (press) yang bertekanan tinggi untuk mendapatkan produk yang mempunyai kepadatan tinggi pula. Cara ini umumnya dipakai untuk membuat produk keramik yang mempunyai kepadatan tinggi tetapi hasil bakarannya tidak sampai meleleh, misalnya dalam pembuatan produk ubin keramik, bata klinker dan bata tahan api.

Sketsa produk/foto :
940898_art12.jpg

Ungkapan perasaan :
Sekarang kami tahu cara mengobservasi sentra kerajinan dengan baik, dan tidak asal asalan.